BIJA-BIJI

CRITICAL THINKING

Tak terlihat di tempat terang

Terlihat di tempat gelap

Siapakah aku

Bija adalah lambang atau tanda pada dahi, berupa beras yang ditempel pada dahi setelah persembahyangan umat Hindu terutama di Bali. Jumlah butiran beras yang ditempel bervariasi, disesuaikan kepada umat masing-masing.
Bija yang ditempel selain didahi juga biasanya ditempel di pelipis kanan dan kiri, atau juga ditempel di pangkal leher. Satu titik tempel bija sebagai perlambang berkat kesejahtraan dari Ida Hyang Widhi atau Tuhan yang maha esa. Jumlah butiran beras satu titik berkisar 5 -10 biji, jika dua titik tempel berarti sekitar 10-20 butiran beras.

Soal Numerasi untuk berpikir kritis

THINK 1. Sang Ayu merupakan anak yang sangat berbakti, selalu menjalankan budaya adat istiadat yang mulia. Sang Ayu selalu melakukan kegiatan persembahyangkan sebagai bentuk perwujudan keyakinanan terhadap tuhan yang Maha Esa sesuai kepercayaan atau nilai-nilai agama yang dianut. Sang Ayu melakukan persembayangan besar setiap bulan sebanyak 5 kali, setiap persembahyangan dia menempel bija di dahi dan pelipis sebanyak 10 butir beras bija. Jika 5 Juta orang yang beragama Hindu melakukan hal yang sama dengan Sang Ayu. Hitung berapa Kg beras yang diperlukan dalam 1 tahun! jika 1 Kg beras terdiri 50.000 butir beras.

Jawab: 10 butir bija x 5 x 12 x 5 Juta

Hasilnya 3.000.000.000 butir beras

3.000.000.000 / 50.000 = 60.000 Kg

THINK 2. Dari jawaban analisis think 1 jumlah beras diambil 50% untuk membeli bibit pohon produktif seharga satu bibit Rp.10.000. Berapa banyak bibit yang bisa dibeli? 1 Kg beras harganya Rp.10.000, Jawab dikomentar!

THINK 3. Dari jawaban analisis think 1, Jika satu Hektar sawah menghasilkan 4 Ton beras, Berapa Hektar sawah diperlukan untuk menghasilkan 60 Ton beras? Jawab Think 3 di komentar!

Eco Valentine

Isu Lingkungan dan dampak permasalahannya menelan kerugian yang sangat besar. Kerugian 3000 Triliun pertahun dari laporan riset LHK. Permasalahan yang menelan kerugian materi dan kesehatan sampai berdampak kematian, memerlukan waktu yang panjang untuk pengendalian dan pemulihannya. Permasalahan sampah misalnya hampir nyaris terus menimbulkan masalah yang semakin besar, masif dan bertambah luas. Hal ini disebabkan banyak faktor salah satunya jumlah penduduk yang bertamah dengan kesadaran lingkungan yang rendah.

Hanya kesadaran yang membedakan

Kesadaran terima

Kesadaran kasih

Kasih sayang kepada orang-orang tercinta, alangkah indahnya diperluas memberikan kasih sayang kepada planet kita, sebagai kesadaran planet untuk Ibu Pertiwi yang melahirkan kehidupan.

Eco Valentine mencakup lebih luas dari Eco Friendly, mempertimbangkan dampak terhadap alam dalam setiap tindakan dan keputusan yang kita buat. Eco Valentine memberikan kasih sayang yang tulus bagi kehidupan dan lingkungan yang tidak terpisahkan.  Eco Valentine sebuah mind set dan tindakan yang tidak merugikan lingkungan atau ekosistem alam berlebihan dan kehidupan didalamnya. Sebagai contoh koruptor bisa memiliki sikap Eco Friendly dalam gaya hidupnya, tetapi dia secara langsung atau tidak langsung merugikan orang lain dan kehidupan keanekaragaman hayati. 

Implementasi Eco Valentine ibarat mimpi dari peradaban ilmu dan teknologi sekarang. Apakah mungkin kearifan suku Baduy bisa kita pertahankan dan tiru. Suku baduy sangat menjaga kelestarian lingkungannya dalam upaya menjaga keseimbangan alam semesta. Eksploitasi air dan tanah tidak berlebihan bagi mereka. Kearifan ini harus menjadi pendekatan bagi umat manusia dimanapun berada, dengan kemajuan ilmu dan teknolgi hendaknya masih memiliki mind set untuk menjaga lingkungan dan alam sebagai bentuk kesadaran yang paling mendasar.

Rethink sebuah pemikiran untuk pertimbangan kembali sebelum melakukan kegiatan dengan balutan kata hobby, menganalisis dampak lingkungan dan sisi kemanusiaan yang harus dikedepankan. Nuansa kegembiraan yang diperoleh disatu pihak saudara kita masih memikirkan makan untuk hari ini. Eco Valentine memiliki naluri empati dengan keadaan sosial dan lingkungan yang ada. Mari bersama menjaga alam, bukan menambah kerusakan atas kesenangan sesaat untuk kepentingan pribadi atau kelompok.