SUKA GREEN

Apa itu Suka Green?

Di Bali memgenal Suka Duka, yaitu perkumpulan atau paguyuban di masyarakat dalam kegiatan yang berhubungan dengan Upacara Suka atau Upacara Duka. Hubungan antar sesama dalam kelompok ini mungkin sama di daerah lain dengan nama yang berbeda.

Nah apa itu Suka Green, adalah kelompok peduli lingkungan yang memiliki kecintaan atau kesukaan untuk menjaga dan merawat lingkungan. Suka Green merupakan hubungan antara manusia dengan lingnkungan, dalam Tri Hita Karana dikenal dengan Palemahan

Resolusi 2025 Suka Green

Gaya hidup berkelanjutan

Green Sustainable

Suka Green merupakan gerakan moral dan aksi nyata untuk berperan dalam mengatasi dan mengurangi permasalahan lingkungan yang semakin memburuk, permasalahan sampah, air, limbah dan polusi yang semakin meningkat. Permasalahan semakin kompleks dengan jumlah populasi manusia saat ini sudah memdekati 8 Milyar.

Le Lutung

Lutung merupakan kata yang sering dipakai dalam cerita rakyat Bali, yang artinya kera atau monyet. Salah satu judul cerita rakyat yang terkenal tempo dulu adalah I Lutung teken I Kekue ( Monyet dan Kura-kura). Generasi melenia dan Gen z mungkin nyaris tidak mengenal kata lutung untuk orang Bali.

Kita tidak membahas ceritanya, tetapi plesetan kata menjadi Luu tung. Luu arti bahasa bali artinya sampah dan tung artinya lempar. Luu tung kita maknai melempar sampah sembarangan. Lutung (monyet) yang memcuri pisang memakan isinya dan melempar kulit sembarangan.

Makna yang dimaksud adalah bagi orang yang membuang sampah sembarangan kita konotasikan menjadi Lutung atau monyet. Jika ada orang yang belum memahami untuk menjaga lingkungan, masih nyampah sembarangan artinya banyangan monyet (prilaku primitif) masih memguasai orang tersebut.

Bukan orang sembarangan yang berkunjung di kawasan ini …

Karna tidak nyampah sembarangan

Sebaliknya?
Luu.. tung..🐵🙈🙉🙊🐒

Real mongkey


SANGKALA

Apakah waktu itu?

Waktu ada karna ada ruang

Kenapa ada ruang?

Ruang ada karna ada materi

Kenapa ada materi?

Nateri ada karna ada energi

Kenapa ada energi?

Energi adalah Kala

Kesimpulan

SANGKALA

Terima Hita Kasih

Terima Hita Kasih

Take and Give

Keseimbangan atau hita merupakan implementasi hidup dan kehidupan. Kesemimbangan rekasi kimia misalnya sebelum dan setelah reaksi adalah sama. Konsep ini yang harus dipahami dan dihayati, banyak hal yang kita terima baik sadar maupun tak sadar dari alam atau lingkungan, namun kita lupa akan apa yang kita berikan untuk alam atau lingkungan. Oksigen yang kita hirup bebas tanpa syarat tak membayar, namun apa yang kita berikan ke alam untuk menjaga sumber oksigen atau pohon nyaris terlupakan.

Makanan yang kita terima, kulit atau sampah diberikan ke lingkungan dengan membuang sembarangan. Apa yang diterima sudah tidak seimbang perlakuan yang diberikan ke lingkungan. Alam sendiri bersifat netral dia akan membuat keseimbangan sendiri, karna sampah akan menyebabkan banjir, jikapun alam murka akan membuat keseimbangan yang ekstrem berupa bencana yang besar.

Bahaya Bakar Sampah

Kenapa BBS ?

Radikal bebas dan logam berat jika terakumulasi didalam tubuh, akan memperpendek umur sel-sel tubuh, karena metabolisme dan fisiologi sel terganggu.

Sebelum membahas BBS, mari kita ingat pembakaran sempurna atau efisien (oksidasi termal) mengubah hidrokarbon menjadi karbon dioksida dan air.

Bahaya Bakar Sampah tidak profesional, atau tanpa peralatan dan teknologi, akan banyak menimbulkan permasalahan. BBS secara manual yang sering dijumpai dimasyarakat secara sembarangan. Alasan terpenting pembakaran sampah tersebut merupakan pembakaran (oksidasi) tidak sempurna.

Pembakaran tidak sempurna salah satu indikatornya dapat dilihat dari kepulan asap . Warna nyala api merah pertanda pembakaran yang terjadi tidak sempurna karena terjadi pada suhu tidak tinggi. Berbeda halnya dengan mesin atau teknologi pembakaran pada ruang tertutup yang terjadi pada suhu tinggi bisa melebihi 1000°C, disamping itu teknologi pembakaran modern sudah memiliki filter dioksin dan senyawa racun dari sisa pembakaran termasuk teknologi terbaru carbon capture.

Molekul pembakaran tidak sempurna misalnya Karbon monoksida (CO). Gas CO merupakan molekul radikal aktif yang berbahaya bagi tubuh. Gas CO lebih mudah diserap oleh darah dibandingkan Oksigen. Hemoglobin yang seharusnya menangkat Oksigen untuk reaksi oksidasi sel-sel tubuh akan terganggu, tentunya akan menjadi bahan radikal di dalam metabolisme sel, jika terpapar dalam kurun waktu terus menerus pastinya sangat berdampak pada kesehatan.

Rumus bangun Karbon monoksida

Molekul radikal dari pembakaran tidak sempurna berupa Dikarbon monoksida

Dikarbon monoksida

Idealnya, hasil pembakaran hanya mengandung oksigen, nitrogen, karbon dioksida, dan air. Namun pada kenyataannya terdapat banyak produk pembakaran tidak sempurna, seperti formaldehida, asetaldehida, benzena, akrolein, toluena, o -, m -, p -Xilena, benzo[a]pirena (B[a]P, suatu hidrokarbon aromatik polisiklik [PAH]), 1,3-butadiena. karbonil (misalnya aldehida, terutama formaldehida), dan dioksin.

Radikal bebas dapat berdampak buruk pada berbagai kelas penting molekul biologis seperti asam nukleat, lipid, dan protein, sehingga mengubah status redoks normal yang menyebabkan peningkatan stres oksidatif. Radikal bebas yang menginduksi stres oksidatif telah dilaporkan terlibat dalam beberapa kondisi penyakit seperti diabetes mellitus, gangguan neurodegeneratif (penyakit Parkinson-PD, penyakit Alzheimer-AD dan Multiple sclerosis-MS), penyakit kardiovaskular (aterosklerosis dan hipertensi), penyakit pernafasan. (asma), perkembangan katarak, rheumatoid arthritis dan berbagai jenis kanker (kanker kolorektal, prostat, payudara, paru-paru, kandung kemih).

STOP LUUBAK

Jadi, pada kondisi pembakaran yang buruk (yaitu suhu rendah, ketersediaan oksigen terbatas, dan waktu tinggal yang singkat) karbon monoksida dalam jumlah besar dapat dihasilkan. Sekali lagi, untuk molekul yang lebih besar, diperlukan lebih banyak langkah reaksi kimia untuk membentuk produk pembakaran sempurna.

Yang membuat proses pembakaran menjadi lebih rumit, bahkan dengan kandungan oksigen yang cukup dan waktu yang cukup untuk menyelesaikan reaksi, terdapat kemungkinan lebih banyak zat antara radikal organik bereaksi satu sama lain untuk membentuk molekul organik yang lebih besar. Hal ini akan menyebabkan emisi racun di udara. Misalnya, alih-alih bereaksi dengan oksigen, radikal metil (CH3*) dapat bereaksi dengan radikal metil lainnya membentuk etana, bersama dengan molekul yang lebih besar.

Reaksi tersebut dapat terus bereaksi dan akhirnya menghasilkan berbagai jenis racun udara, termasuk PAH.

Secara umum, emisi hasil pembakaran tidak sempurna dari proses pembakaran dapat dikurangi dengan menaikkan suhu pembakaran, meningkatkan ketersediaan oksigen, memungkinkan waktu reaksi lebih lama, dan yang terpenting, menghasilkan pencampuran yang lebih baik.

#gersaplast

https://www-sciencedirect-com.translate.goog/topics/engineering/complete-combustion?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc

Econa Green

Sampahku Tanggungjawabku

My Trash My Duty

Tepuk Sampahku

Econa Green adalah Eco nabung untuk menjaga lingkungan. Botol kona-kona adalah botol Clean ecobrick dari Econa Green (Econabrick) yang dibuat dengan kesadaran sendiri untuk mengurangi timbulan plastik, yang dihasilkan sendiri dari rumahan dari pojok-pojok (kona-kona) tempat.

MOU Green 46 for Eco School

Green 46 berkolaborasi dengan beberapa Sekolah PAUD,  TK Widhya Laksmi Desa Sambangan, TK Negeri Panji Anom, TK Dewi Kumara Pemaron, dalam edukasi #gersaplast Generation Save Plastics. Pembuatan Clean Ecobrick dari usia dini diharapkan kesadaran akan peduli lingkungan terbentuk dengan aksi nyata yang dilakukan. Kegiatan #gersaplast ini akan berkelanjutan kedepannya. Semoga Kolaborasi dapat dukungan dari segala pihak, untuk mengembangkan kerjasama ke Sekolah PAUD di daerah Kabupaten Buleleng.

Pembuatan botol kona-kona dari Tanggal 18 Mei sd 12 Juni 2024. Jumlah botol terkumpul sebanyak 36 buah, ditimbang total 4 Kg. Plastik yang tersimpan adalah plastik yang dihasilkan oleh anak-anak sendiri yang dibimbing orang tua untuk memasukannya, bukan sampah orang tua atau memungut sampah. Plastik pertama yang bersih dan kering yang dimasukan ke dalam botol plastik bekas bersih.

Penggunaan plastik terutama dari kemasanan snack cukup tinggi pada usia dini. Peran orang tua sangat menentukan dalam lingkungan belajar dan membentuk katakter anak itu sendiri. Karakter membangun tanggung jawab atas sampah kita sendiri. “SAMPAHKU TANGGUNGJAWABKU”

Kontribusi

Tanam Jagung

Tanam Pohon

Tanam Ilmu

Pasir

Gunung pasir

Butiran pasir teratas

Butiran pasir terbawah

Pasir yang terdapat dipesisir pantai, memberikan kenyamanan kita ketika kita berada di daerah pesisir. Menoreh pasir terkadang membuat lambang cinta diatas hamparan pasir yang halus. Berjalan di atas hamparan pasir sekedar menikmati suasana yang membuat pikiran refresh.

Apakah fungsi pasir? selain keindahanya uang kita nimakti.

Kenapa keberadsan hanya berada di daerah tepi saja.

Jentik Nyamuk

Melawan arus adalah kecerdasan

Mengikuti arus itu kebodohan

Mola-mola tak bisa melawan arus

Suatu hari saya melihat jentik nyamuk di dalam bak kamar mandir. Saya membersikan bak air dengan membuka penutup pembuangan bak. Air mengucur dengan deras beberapa saat air yang keluar mengalir deras menarik kotoran dalam bak termasuk jentik nyamuk yang ikut terseret. Hal yang menakjubkan dalam pikiran saya, sang jentik berusaha melawan arus air yang keluar dan menjauh dari lubang pembuangan bak. Sampai air hampir habis sang jentik masih mempertahankan posisinya, walupun air sudah tak tersissa sang jentik masih bergeliat sampai dia tak mampu menggerakan tubuhnya.

Makna yang bisa dipetik, betapa kecilnya makhluk ini dia mampu melawan arus. Bagaimana dengan manusia?

Kebanyakan manusia tidak mau melawan arus dalam arti dalam kehidupan baik di masyarakat, berbangsa dan bernegara. Sejarah kelam peradaban manusia yang dihancurkan oleh sistem kekuasaan yang ambisius. Sistem feodal yang sudah tidak sesuai dengan pemikiran dunia, akan tetapi kenyataan selalu lebih menyedihkan dari sebuah cita-cita peradaban dunia.

Walaupun arus itu merugikan bagi umat itu sendiri, karena alasan dilakukan oleh kebanyakan orang. Contoh kecil pembuangan sampah sembarangan karena tidak anggap masalah, dan dilakukan kebanyakan manuasia. Arus yang kurang baik menawarkan kemudahan untuk manusia dalam kesibukan dan keterbatabsan waktu karena tuntutan kerja yang semakin ketat. Memilah sampah perlu waktu dan kebiasaan, masyarakat kebanyakan akan mencapur begitu saja sampahnya, karena itu sudah biasa dan lebih mudah. Membuang sampah di Sungai lebih mudah, dan tidak mengeluarkan iuran sampah.

Makna Tumpek Wariga

Tumpek Wariga juga sering disebut Tumpek Uduh, Tumpek Atag. Tumpek Wariga merupakan hari untuk memberi penghormatan kepada alam dan lingkungan, khususnya tumbuh-tumbuhan. Perayaan Tumpek Wariga juga merupakan penjabaran dari salah satu inti konsep Tri Hita Karana, yakni membangun hubungan harmonis antara manusia dengan alam.

EcoPro

Tradisi di daerah Bali Tumpek Wariga upacara dilanjutkan ke kebun dengan menghaturkan sesajen ke setiap tanaman.

Doa yang umum disampaikan disaat upacara di Pohon istilahnya ngatag, sebagai berikut: “Dadong dadong i kaki jumah, tiang mempengarah buin selae dine lakar galunganan, Yen sing mebuah tekteke ajak desane, ngeed.. ngeed… ngeed

Artinya, Nenek nenek.. Kakek ada di rumah, saya membawa pesan lagi 25 hari Galungan. Kalau tidak berbuah akan ditebang oleh masyarakat.

Makna yang terkandung didalam doa itu belum begitu jelas maknanya. Tradisi yang ada ini dijaman modern mungkin sudah tidak mendapat perhatian oleh generasi khususnya generasi melenial.

Pura Tirte Kuning
Hutan Pure Tirte Kuning

Makna doa “Yen sing mebuah tekteke ajak desane” artinya Kalau tidak berbuah akan ditebang oleh masyarakat” harus kita renungkan dan pikirkan kembali. Penghargaan terhadap lingkungan khususnya tumbuhan atau pohon bukan terbatas pada pohon yang menghasilkan buah. Ancaman untuk menebang jika tidak berbuah, tersirat ada emosi yang terkesan tidak menghormati ataupun menghargai tumbuhan itu sendiri. Perlu diingat kembali kehidupan dimuka Bumi berlangsung karena adanya tumbuhan.

Hutan dekat Pure Tirte Kuning

Berpikir kembali (Rethink) dengan memunculkan dialog dalam diri dengan bertanya kepada hati yang dalam. Apakah bentuk syukur dan penghormatan kepada tumbuhan hanya dalam bentuk upacara ritual saja?

  • Berapa banyak biji yang saya semai?
  • Berapa bibit pohon yang saya tanam?
  • Apakah saya paham tentang fotosintesis?
  • Apakah saya paham fungsi tumbuhan?
  • Apa yang terjadi jika pepohonan ditebang secara luas dam masif?
  • Apakah hubungan hutan dengan hujan?

Canang Simbul Fotosintesis

Canang merupakan sarana persembahyangan umat Hindu khusus di Bali dan sekitarnya. Canang sudah tidak asing lagi karena sarana utama yang terdapat pada semua Banten atau perlengkapan semua upacara bagi umat Hindu di Bali.

Canang secara umum tertiridi dari: daun, air (Toyam), bunga (Puspam), buah (Phalam), api (Dhupa)

Dalam reaksi fotosintesis diperlukan bahan Air, istilah air dalam canang persemabhyangan dikenal dengan nama Tirta (air). Air merupakan bahan dasar dalam proses fotosintesis. Karbondioksida dilambangkan dengan pasepan atau asap dari asap dhupa atau dibuat khusus dari bahan aroma terapi seperti cendana, kemenyan dan lainya.

Daun merupakan keharusan dalam sebuah canang, daun atau pelawa. Proses Fotosintesis terjadi pada daun tepatnya pada jaringan Palisade atau bagian yang mengandung klorofile.

Api dari dhupa merupakan lambang cahaya atau energi yang perlukan dalam proses fotosintesis dalam reaksi terang dan reaksi gelap, dalam proses hidrolisis dan seterusnya sampai terbentuk zat makanan yang dikenal glukosa.

Tumbuhan berperan sebagai produsen dalam ekosisten, autotrof julukan Selatan mengasilkan zat makanan dari glukosa dan turunananya, tumbuhan juga menghasilkan Oksigen dari proses fotosintesis.

Fotosintesis hanya dapat dilakukan oleh tumbuhan yang memiliki klorofile. Hasil fotosintesis penopang kehidupan dimuka Bumi. Canang selain memiliki arti dalam upacara keagamaan, juga memiliki pesan yang kuat untuk menjaga dan melestarikan tumbuhan, ungkapan syukur dan terimakasih kepada tuhan yang tersirat dengan sarana Canang sangat mulia dan bijak. Tindakan dan aksi untuk menjaga dan melestarikan sebagai bentuk Karma Yoga kembali untuk kehidupan keberlanjutan.