Jentik Nyamuk

Melawan arus adalah kecerdasan

Mengikuti arus itu kebodohan

Mola-mola tak bisa melawan arus

Suatu hari saya melihat jentik nyamuk di dalam bak kamar mandir. Saya membersikan bak air dengan membuka penutup pembuangan bak. Air mengucur dengan deras beberapa saat air yang keluar mengalir deras menarik kotoran dalam bak termasuk jentik nyamuk yang ikut terseret. Hal yang menakjubkan dalam pikiran saya, sang jentik berusaha melawan arus air yang keluar dan menjauh dari lubang pembuangan bak. Sampai air hampir habis sang jentik masih mempertahankan posisinya, walupun air sudah tak tersissa sang jentik masih bergeliat sampai dia tak mampu menggerakan tubuhnya.

Makna yang bisa dipetik, betapa kecilnya makhluk ini dia mampu melawan arus. Bagaimana dengan manusia?

Kebanyakan manusia tidak mau melawan arus dalam arti dalam kehidupan baik di masyarakat, berbangsa dan bernegara. Sejarah kelam peradaban manusia yang dihancurkan oleh sistem kekuasaan yang ambisius. Sistem feodal yang sudah tidak sesuai dengan pemikiran dunia, akan tetapi kenyataan selalu lebih menyedihkan dari sebuah cita-cita peradaban dunia.

Walaupun arus itu merugikan bagi umat itu sendiri, karena alasan dilakukan oleh kebanyakan orang. Contoh kecil pembuangan sampah sembarangan karena tidak anggap masalah, dan dilakukan kebanyakan manuasia. Arus yang kurang baik menawarkan kemudahan untuk manusia dalam kesibukan dan keterbatabsan waktu karena tuntutan kerja yang semakin ketat. Memilah sampah perlu waktu dan kebiasaan, masyarakat kebanyakan akan mencapur begitu saja sampahnya, karena itu sudah biasa dan lebih mudah. Membuang sampah di Sungai lebih mudah, dan tidak mengeluarkan iuran sampah.

Tinggalkan Komentar